Nasional

Pelaku Penembakan di Cideng, Diduga Oknum Polisi

May 3, 2013  ·  0 Comment


koranindonesia.com, JAKARTA — Kasus peluru nyasar yang menimpa Safira Raudatul
Jannah di Jalan Cideng, 10 Maret 2013 lalu, diduga dilakukan oknum polisi. Hal
itu disampaikan orang tua Safira, Istiadi, di kantor Komisi Nasional
Perlindungan Anak (Komnas PA), Jumat (3/5). Dia menuntut Polsek Metro Gambir
untuk mengusut kasus yang sudah dua bulan tak ada kejelasannya itu.

Untuk mencari tahu identitas pelaku, Istiadi dan istrinya mendatangi stasiun
pengisian bahan bakar umum (SPBU) tempat kejadian. Di sana, Istiadi sempat
diperlihatkan potongan rekaman CCTV kejadian. Dalam CCTV terlihat sebuah mobil
hitam dengan tiga orang pria di dekat mobil. Salah seorang pria terlihat
menyeret paksa seorang remaja laki-laki dan seorang remaja perempuan ke dalam
mobil. ‘’Tidak mungkin warga sipil berani melakukan hal
itu,’’ kata Istiadi.

Safiri sendiri mengatakan beberapa saat sebelum penembakan, segerombolan orang
bermotor mengebut di depan SPBU dan berteriak ‘’Polisi,
polisi’’. Tak lama, muncul dua mobil hitam. Seorang pria keluar dari
mobil dan langsung melepaskan dua kali tembakan, salah satunya mengenai kaki
kiri Safira.

Proyektil peluru dari kaki Safira juga langsung diamankan seorang petugas Polsek
Metro Gambir selepas operasi. Ibu Safira, Endang Susanti, kemudian mencoba
menanyakan kejelasan kasus ke Polsek Metro Gambir pada 14 Maret 2013. Kepala
Polsek Metro Gambir justru memberikan Endang uang Rp 4 juta.
‘’Kapolsek itu bilang uang itu silakan digunakan untuk apa saja,
beli bedak pun silakan,’’ kata Endang.

16 Maret 2013, Istiadi meminta bantuan Komnas PA. Komnas PA meminta Istiadi
untuk meminta salinan rekaman CCTV di SPBU. Saat kembali ke SPBU, Istiadi tidak
bisa memperoleh salinan rekaman, karena sudah diambil seseorang yang mengaku
saudara Safira. ‘’Selama tiga minggu tidak seorang saksipun dimintai
keterangan,’’ kata Arist. Ia mempertanyakan motif pemberian uang
itu. Ia tidak ingin uang itu dijadikan sebagai jalan damai dengan keluarga
korban. Ia berharap kasus ini ditangani serius.

By


Readers Comments (0)


You must be logged in to post a comment.