Nasional » Sekolah » Surabaya » Video

Beredar Video Aksi Kekerasan Siswi SMA Pasuruan (video)

May 21, 2013  ·  0 Comment


[jwplayer config="myplayer" html5_file="http://lovetvmovie.com/koranindonesia/2013-05-21_koranindonesia_com_video_aksi_kekerasan_siswi_sma_pasuruan.mp4"]

PASURUAN – Gara-gara rebutan pacar, siswi SMA Negeri di Kota Pasuruan, Jawa Timur, tega menganiaya siswi SMK Swasta di kota yang sama. Aksi kekerasan itu terekam video hingga beredar luas di kalangan pelajar.

Dalam video berdurasi dua menit tersebut, siswi berinisial Na (16) warga Desa Pleret, Kecamatan Pohjentrek, Kabupaten Pasuruan menampar wajah Me (16), warga Kelurahan Krapyak Kecematan Gadingrejo, Kota Pasuruan.

Na, pelajar kelas X SMA Negeri 2 Kota Pasuruan tersebut terlihat menendang, menjambak rambuk dan mencakar pipi korban. Me tercatat sebagai siswa kelas X salah satu SMK Swasta di Kota Pasuruan.

Dalam rekaman tersebut, korban tampak kesakitan namun tetap diperlakukan kasar meski sudah mengakui kesalahannya. Dia melontarkan permintaan maaf kepada pelaku.

Kejadian itu berlangsung di rumah teman korban di wilayah Kelurahan Kepel, Kecamatan Bugulkidul, Kota Pasuruan pada 4 Maret 2012. Parahnya, aksi kekejaman siswi tersebut berlangsung di hadapan tujuh teman korban. Tidak tampak adanya pembelaan terhadap korban bahkan ada teman korban yang terkesan mendukung aksi tersebut.

Tindakan itupun mendapat kecaman dari rekan-rekan pelaku di SMA Negeri 2 Kota Pasuruan. Salah satunya Megawati Safitri. Menurut Megawati, aksi tersebut saharusnya tidak terjadi, apalagi lagi pemicunya hanya karena berebutan seorang laki-laki. “Saya prihatin melihatnya,” ujar Megawati.

Penganiayaan itu dipicu kekesalan pelaku lantaran kekasih hatinya direbut oleh korban. Informasi yang diketahuinya, pelaku sudah memperingatkan korban namun tidak digubris dengan tetap jalan dengan pria yang belum diketahui identitasnya itu. “Ini karena cemburu,” tambahnya.

Sementara itu pihak sekolah mengaku Na merupakan siswa di sekolah tersebut. Namun sejak tujuh bulan lalu, dia sudah dikeluarkan lantaran jarang masuk sekolah. “Dia itu mantan (murid) karena sudah dikeluarkan,” salah satu staf pengajar, Astutik Maijayanti.

Polres Kota Pasuruan mengaku akan mengusut kasus penganiayaan tersebut karena video sudah  menyebar di kalangan masyarakat luas. Polisi juga sudah melakukan langkah awal dengan meminta keterangan saksi-saksi dan berharap korban melaporkan kasus ini ke Mapolresta setempat. (Jaka Samudra/Sindo TV) (ris)

By


Readers Comments (0)


You must be logged in to post a comment.