Bisnis

Lautan Emas Mulia janjikan pembayaran bunga

March 15, 2013  ·  0 Comment


JAKARTA. Pasca dinyatakan gagal bayar, manajemen PT Lautan Emas Mulia berjanji
akan menyelesaikan pembayaran bunga dalam waktu secepatnya. Gagal bayar
disebabkan oleh terganggunya cash flow perusahaan.

Diana, customer service LEM cabang Bandung mengakui adanya masalah yang melilit
perusahaan. Sejak dua minggu lalu, pihaknya gagal membayar kewajiban bunga
setiap bulan kepada nasabah. Alasannya, banyak investasi yang sudah jatuh tempo.
Sementara investasi yang masuk berkurang. Hal ini mengakibatkan kas perusahaan
terganggu.

“Nasabah komplain seminggu kemarin. Terlebih lagi, pemberitaan GTIS
(Golden Traders Indonesia Syariah) membuat nasabah kami khawatir,” ungkap
Diana, Jumat (15/3).

Namun, pihaknya belum dapat memastikan kapan akan menunaikan kewajiban
pembayaran bunga kepada nasabah. Saat ini, seluruh cabang LEM masih menantikan
keputusan dari kantor pusat. Meski belum mendapat kepastian, sejauh ini belum
ada nasabah yang mencairkan investasinya.

Selain membahas kejelasan nasib pembayaran bunga terhadap nasabah, rapat di
kantor pusat LEM di Gedung Menara Global juga akan menyinggung ada tidaknya
perubahan bunga. Saat ini, LEM menawarkan skema investasi dengan jangka waktu 3
bulan, 6 bulan, dan 1 tahun. Pada jangka waktu 3 bulan dan 6 bulan, nasabah
berhak memperoleh bunga antara 2%-2,5% dari total investasi mereka setiap
bulannya. Sementara untuk jangka waktu satu tahun, nasabah dijanjikan bunga 30%
per tahun.

Besaran bunga tersebut, lanjut Diana, akan dikaji ulang apakah akan
dipertahankan atau direvisi. Untuk mendapatkan imbal hasil menggiurkan tersebut,
nasabah diharuskan menanamkan investasi minimal 100 gram emas. Adapun nilai jual
emas yang ditawarkan LEM senilai Rp 709.800 per gram. Dus, minimal investasi
setara Rp 70.980.000.

Yohanes, mantan nasabah LEM cabang Bandung menuturkan, masih banyak pihak yang
bersedia menjadi agen dan tergoda menjadi nasabah. Yohanes bergabung di LEM pada
April 2012. Meskipun awalnya sudah memiliki kecurigaan terhadap skema bisnis
LEM, ia tetap menginvestasikan uang sebesar Rp 60 jutaan. Selanjutnya, ia
memegang fisik emas 100 gram. “Kalau manajemennya kabur, saya hanya rugi
30%,” ujarnya.

Sejak awal, Yohanes tidak berniat menjadi investor jangka panjang. Setiap
bulannya, ia mengaku mendapatkan bunga sekitar Rp 1 juta. Bunga tersebut selalu
ditransfer ke rekeningnya. Selama ia menjadi nasabah, pembayaran bunga tidak
pernah bermasalah. Enam bulan kemudian, ia keluar dari LEM tanpa didera
kerugian.

“Sudah banyak yang tahu tentang LEM. Seharusnya nasabah juga tahu
risikonya,” ucap Yohanes.

Selain berkantor pusat di Menara Global, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, LEM juga
memiliki lima kantor cabang. Berdasarkan situs LEM
http://www.lautanemasmulia.com/ , kantor cabang LEM di Bandung berkantor di
Jalan Pasir Kaliki No 17B. Di Serpong, alamat kantor LEM berada di Jalan Raya
Kelapa Dua, Ruko Paramount Center No 12, Gading Serpong-Tangerang. Ada pula
kantor cabang LEM di Medan dengan alamat di Jalan Letjen S Parman No 27.

Sementara di Palembang, LEM berkantor di Jalan R Sukamto No 04. Cabang lainnya
di Cirebon yakni di Jalan Tuparev No 83 (Tuparev Super Block), Blok B lantai 3
No 6.

By


Readers Comments (0)


You must be logged in to post a comment.