|
‘Tantangan tim ekonomi kabinet sangat besar’
2009 Oct 24, 04:10: am Ketua Dewan Direktur Center for Information and Development Studies Umar Juoro menilai tim ekonomi yang dibentuk pada Kabinet Indonesia Bersatu II menghadapi tantangan yang sangat besar. “Dari sisi makroekonomi kemampuan tim ekonomi di kabinet kali ini sudah cukup kuat. Tetapi, kalau dilihat dari sisi sektor riil dan masalah infrastruktur, pekerjaan rumahnya akan sangat berat,” ujarnya di sela-sela diskusi Membedah formasi kabinet SBY bidang ekonomi yang digelar Jakarta Journalist Forum hari ini. Posisi Hatta Rajasa sebagai menko perekonomian dinilainya sudah cukup tepat. Kendati tidak memiliki latar belakang makroekonomi, menurut dia posisi Hatta akan sangat berperan dalam mengkoordinasi menteri-menteri teknis. Dia menduga Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memilih Hatta sebagai menko perekonomian agar lebih mudah mengkoordinasi menteri-menteri teknis yang sebagian merupakan teknokrat senior, namun sebagian lainnya merupakan representasi partai politik. “Saya kira sosok yang menguasai makroekonomi di kabinet sudah cukup banyak. Kalau menkonya ditunjuk dari ekonom lagi, jadinya malah redundant.” Menurut Umar, dalam kabinet kali ini Wapres Boediono dan Hatta harus akan bekerja keras melakukan koordinasi di bidang ekonomi, mengisi posisi yang dulu dipegang Wapres Jusuf Kalla. Masalah serius yang harus ditangani kabinet kali ini adalah di sektor riil, energi, pertanian, dan infrastruktur. Dalam hal ini, lanjutnya, peran koordinasi dan upaya mengintegrasikan kebijakan menjadi faktor yang sangat penting. Umar menyoroti beberapa posisi menteri, seperti Mustafa Abubakar sebagai Menneg BUMN. Meski sebelumnya sukses menanangani Bulog, menurut Umar, Mustafa harus bekerja keras untuk menyesuaikan diri dalam posisi barunya. Masalah yang ditangani Menneg BUMN lebih ke soal korporasi, berbeda dengan Bulog yang hanya fokus di distribusi. Posisi Darwin Zahedy Saleh sebagai Menteri ESDM juga akan menghadapi banyak tantangan seperti lonjakan harga minyak, substitusi BBM, dan masalah lifting minyak. “Secara keseluruhan, jika melihat formasi kabinet kali ini, saya kira akan besar kemungkinan terjadi reshuffle dalam setahun ke depan.” |
|
