|
Tiga Kecamatan di Buol Terendam Banjir
2008 Nov 28, 04:15: pm PALU–MI:Tiga wilayah kecamatan di Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah (Sulteng), sepekan terakhir terendam banjir akibat hujan deras yang terus mengguyur daerah tersebut. Ketiga kecamatan itu adalah Bukal, Momunu dan Kecamatan Tiloan. Menurut informasi di Kecamatan Bukal tercacat tujuh desa yang terkena banjir, antara lain Desa Biau, Boyong, Mopu dan Yugut. Ketinggian air di wilayah tersebut berkisar 60 sentimeter hingga satu meter. Rumah kami yang rusak belum diperbaiki pascagempa 17 November lalu kini giliran banjir mengenanginya, ujar Kahar, 36, warga Desa Biau Jumat (28/11). Menurutnya, banjir kali ini akibat hujan deras lebih dari sepekan, sehingga mengakibatkan Sungai Bengkudu dan Walat meluap karena tidak mampu menampung air hujan. Sejumlah warga yang rumahnya terendam juga mengaku belum memperoleh bantuan dari Pemerintah Kabupaten Buol meski banjir sudah sepekan merendam permukiman mereka. Kepala Desa Biau Arifin Po mengaku selain merendam pemukiman warga, banjir juga mengenangi puluhan hektare lahan perkebunan kakao dan kelapa milik petani setempat. Bahkan, ujarnya, jalan menuju wilayahnya sulit ditempuh karena jalur yang menghubungkan Kecamatan Bukal dan Kecamatan Momunu banjir juga terendam. Warga disini belum berani ke Momunu karena ketinggian banjir di jalan mencapai pinggang orang dewasa, ujar Arifin. Camat Bukal Mohtar Tahuru yang dimintai konfirmasi mengaku pihaknya masih melakukan pendataan total jumlah korban banjir. Sedangkan yang sudah dilaporkan ke Pemerintah Kabupaten Buol baru informasi awal. Ia mengaku saat ini masih menggalang bantuan beras dan mi instan dari para penyumbang untuk segera dikirimkan kepada korban banjir yang sangat membutuhkan. Kami masih upayakan bantuan dari donatur untuk disalurkan bagi korban banjir di lokasi pengungsian, kata Mochtar. Sementara itu, di Kecamatan Tiloan dan Kecamatan Momunu, jumlah rumah yang masih digenangi banjir juga mencapai ratusan. Meski demikian, warga di dua kecamatan itu sebagian besar masih bertahan di rumah masing-masing. Mereka berharap ketinggian air segera surut agar dapat kembali beraktivitas seperti biasa. Sudah sepekan kami tidak turun ke kebun karena banjir belum surut, kata Riri warga Kecamatan Momunu.(HF/OL-01) |
|
