|
Kelangkaan Pupuk Diduga akibat Ada Kebocoran
2008 Nov 28, 05:16: pm SURABAYA–MI:Produsesn pupuk PT Petrokimia Gresik menduga kelangkaan pupuk di beberapa daerah di Jawa Timur karena terjadi kebocoran dalam proses distribusi ke pasaran. Pupuk bersubsidi tidak mungkin dipasarkan secara bebas karena sistem penyaluran dan harga telah diatur pemerintah. Kemungkinan ada kebocoran, kata Direktur Utama PT Petrokimia Gresik Arifin Tasrif kepada wartawan di Surabaya, Jumat (28/11). Menurutnya, kelangkaan dan naiknya harga pupuk bersubsidi mustahil terjadi karena sistem penyalurannya dilakukan secara tertutup melalui distributor hingga agen resmi yang diatur dengan peraturan menteri perdagangan. Bagi produsen, kata Arifin, kelangkaan pupuk bersubsidi diduga karena terjadi penyimpangan dalam proses distribusinya seperti terjadinya perdagangan pupuk antardaerah. Selain itu, kelangkaan juga dipicu data alokasi kebutuhan yang tidak akurat sehingga jumlah permintaan melambung. Alokasi kebutuhan masing-masing daerah berdasarkan data yang akurat. Tapi masih saja terjadi kelangkaan ini yang harus diusut, katanya. Sementara itu, jumlah produksi pupuk dari beberapa produsen meningkat drastis dalam delapan tahun terakhir, meskipun jumlah produksi masih jauh dari alokasi kebutuhan lahan. PT Petrokimia menargetkan jumlah produksi pupuk pada 2009 sebesar 1,45 juta ton pupuk NPK dengan jatah 1,2 juta ton untuk pupuk bersubsidi dan produksi urea ditargetkan sebesar 425 ribu ton. Sedangkan jumlah kebutuhan pupuk untuk total lahan seluas 11 juta hektare setiap tahun masing-masing 3,3 juta ton pupuk NPK dan urea.(FL/OL-01) |
|
