|
SKB Empat Menteri Cermin Fundamental Ekonomi Rapuh
2008 Nov 27, 04:16: pm YOGYAKARTA–MI:Mantan Ketua MPR Amien Rais menilai munculnya surat keputusan bersama (SKB) empat menteri yang kini banyak ditentang pekerja menunjukkan betapa rapuhnya fundamental ekonomi nasional Indonesia. Menurutnya, kondisi tersebut sebagai salah satu ujian bagi pemerintahan Presiden Susilo bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk menanggulangi dampak krisis ekonomi global yang berpengaruh pada semakin merosotnya nilai tukar rupiah dan ancaman PHK ratusan ribu pekerja. Kepemimpinan Yudhoyono ini sedang diuji, apakah punya seni kepemimpinan yang kreatif, arif dan jujur, atau seni berbasa-basi dan pelipur lara, sehingga menjadi kepahitan kita bersama, kata Amien Rais seusai menjadi pembicara kunci dalam Asian Public Intellectuals (API) Public Forum di Gedung Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Kamis (27/11). Meski begitu, kata Amien, pemerintah saat ini selalu menyembunyikan keadaan perekonomian yang sebenarnya dengan selalu mengatakan di depan publik bahwa fundamental ekonomi dirasakan masih cukup kuat. Padahal, kenyataan di lapangan menunjukkan kondisi sebaliknya. Saya sendiri sedikit bingung kalau para petinggi pemerintah mengatakan bahwa rupiah masih dalam batas aman. Sekarang saja nilai tukar rupiah sudah menjelang angka 13 ribu. Kenyataan saat ini pengangguran sudah mulai menggigit, hampir di semua provinsi sekarang kondisi para pekerjanya prihatin karena ancaman PHK sudah di depan mata. Tekstil, kakao, kopi, sawit, furnitur, sekarang tidak ada order lagi, ujarnya. Selain di bidang industri, kata Amien, sektor real estat juga disinyalir akan mengalami hal serupa sebagai dampak rapuhnya kebijakan ekonomi pemerintah dalam menanggulangi efek krisis ekonomi global. Saya kira proyek real estat juga akan berhenti. Kalau rumah dan gedung tidak didirikan lagi, artinya akan ada puluhan ribu tukang genteng, tukang batu bata, tukang kayu, kehilangan pekerjaan, imbuhnya. Amien mendesak pemerintah untuk segera berterus terang kepada masyarakat tentang kondisi perekonomian nasional, agar rakyat tidak terkejut sebab pasar uang di dalam negeri kini sudah sangat labil dan menguras cadangan devisa hingga puluhan miliar dolar. Saya berharap agar rakyat jangan diberi lagi pelipur lara, karena apa yang dikatakan pemerintah justru berlainan dengan kenyataan. Saya khawatir bisa menimbulkan frustasi dan protes sosial yang lebih keras, tegasnya. (AU/OL-01) |
|
