1.200 Karyawan Perusahaan Tekstil di DIY Terancam PHK
2008 Oct 30, 04:16: pm

JAKARTA–MI:Sebanyak 1.200 atau 10 dari 12.000 pekerja industri tekstil dan garmen di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terancam pemutusan hu=

bungan kerja (PHK).

PHK bakal dilakukan perusahan sebagai alternatif terakhir untuk menyelamatkan perusahaan akibat melonjaknya harga bahan baku hingga 50 sebagai dampak

krisis ekonomi global.

Ketua Asosiasi Perstektilan Indonesia (API) DIY Jadin Djamaludin, Rabu (29/10), industri tekstil terpengaruh krisis global karena 98 kebutuhan bahan baku tekstil (kapas) masih impor. Bahan baku yang bisa dipenuhi di dalam negeri hanya polysterdan rayon.

Menurutnya, sejak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) pada 2005 sebenarnya jumlah pekerja sudah berkurang. Gempa pada 2006 juga berakibat pada pengurangan tenaga kerja.

Dulu jumlah pekerja tekstil dan garmen di DIY mencapai 18.000 orang. Kini tinggal 12.000, katanya.

Jika kondisi ekonomi pada akhir tahun masih sama seperti sekarang, ujarnya, ia memastikan para pengusaha tekstil dan garmen tidak bisa berbuat banyak. Mereka bakal melakukan efisiensi, antara lain dengan melakukan PHK.

Jadin mengatakan, usaha tekstil dan garmen di Indonesia akan bertambah suram jika krisis terus berlanjut. Saat ini beberapa perusahaan sudah mendapatkan pengurangan pemesanan dari negara-negara tujuan ekspor, bahkan sudah ada yang m=

elakukan pembatalan order. (SO/OL-01)