|
Salah Perencanaan, Dana Askeskin Rp4,5 Triliun tidak Terbayar
2007 Nov 30, 09:16: pm SUMENEP–MEDIA:Utang dana Askeskin yang tidak terbayar di seluruh rumah sakit di Indonesia tahun anggaran 2007 mencapai Rp4,5 triliun. Akibatnya, rumah sakit kesulitan dalam pengadaan obat-obatan dan peralatan medis untuk keluarga miskin. Ketua Asosiasi Rumah Sakit Daerah (Arsada) Pusat Dr H Hanna Permana Subanegara MARS, di Sumenep, Madura, Jawa Timur, Jumat (30/11) mengatakan, tidak terbayarnya dana Askeskin oleh pemerintah pusat karena salah perencanaan dalam anggaran. Anggaran Askeskin tidak sesuai dengan jumlah keluarga miskin yang ada di Indonesia, kata Hanna disela-sela pelatihan penyusunan standar pelayanan minimal (SPM) dan akuntabilitas kinerja sebagai langkah strategis mewujudkan RSD ke Badan Layanan Umum (BLU) di RSD Dr H Moh Anwar, Sumenep. Ia menjelaskan, pada tahun 2006 lalu jumlah Askeskin tercatat 60 juta orang dan setiap tahun perorang mendapatkan jatah Rp60.000 dengan anggaran Rp3,6 triliun yang dicairkan. Sedangkan tahun 2007, jumlah Askeskin malah bertambah hingga 72 juta orang dan anggaran malah dipangkas dan dijatah hanya Rp1,7 triliun. Angka dana Askeskin berkurang, malah jumlah pengguna Askeskin bertambah. Ini kesalahan perencanaan yang mudah dibaca setiap orang, katanya. Akibatnya, kata dia, untuk menutupi utang pemerintah pusat melalui menteri kesehatan melakukan pemotongan terhadap dana dekonsentrasi untuk dinas kesehatan. Tapi kebijakan itu tetap tidak mampu menutupi utang Askeskin dan saat ini belum terbayar Rp4,5 triliun, katanya. Ia mengatakan, untuk menuntaskan tunggakan Askeskin ke seluruh rumah sakit, anggaran tahun 2008 mendatang minimal mencapai Rp10,5 triliun. Jika masih kurang, celaka bagi pengelola rumah sakit, katanya. Upaya asosiasi RSD, sambungnya, mulai saat ini melakukan pendekatan dengan pemerintah daerah setempat agar setiap tahun bisa mengalokasikan dana untuk Askeskin sesuai dengan kemampuan pemda masing-masing. Menurut dia, tidak salah bila asosiasi melakukan pendekatan dengan pemda karena keluarga miskin itu juga tanggung jawab pemerintah setempat. Sedangkan di RSD Dr H Moh Anwar, Kota Sumenep, dana Askeskin yang belum terbayar mencapai Rp5 miliar. Menurut Direktur RSD Sumenep Dr H Dzulkifli Machmudz, tunggakan Askeskin itu mulai bulan Juli hingga akhir tahun 2007 ini. Namun demikian, kata dia, pelayanan bagi penerima manfaat Askeskin tetap dilayani secara optimal oleh petugas medis meski sempat kewalahan dalam pengadaan obat dan alat-alat medis yang dibutuhkan pasien Askeskin itu sendiri. Kami tetap melayani pasien Askeskin sebagai wujud kepedulian pada masyarakat, kata Dzulkifli.(Ant/OL-03) |
|
