|
Kinerja Industri Kehutanan Terus Melorot
2007 Nov 30, 07:20: pm JAKARTA–MEDIA:Kinerja industri kehutanan hingga kuartal III/2007 terus merosot. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), industri ini terus tumbuh negatif pada angka 1,1%, setelah sebelumnya mentok pada angka minus 0,7%. Menanggapi data tersebut, Ketua Umum Asosiasi Pulp Dan Kertas Indonesia (APKI) Muhammad Mansur, Jumat (30/11) mengatakan hal tersebut terjadi karena menurunnya pasokan bahan baku. Pemicunya berasal dari belum tuntasnya kasus pemberantasan pembalakan hutan, sehingga mengganggu perencanaan produksi perusahaan. Padahal, dia memproyeksikan adanya peningkatan kinerja industri bubur kertas (pulp) domestik pada 2008 mendatang. Nilai ekspor diperkirakan mencapai US$ 7 miliar menyusul tambahan kapasitas produksi dari tiga perusahaan pulp and paper sebesar 1,9 juta ton. Tambahan kapasitas ini datang dari PT Indah Kiat Pulp and Paper (IKPP) sebesar 800 ribu ton, PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) sebanyak 600.000 ton, dan beroperasinya kembali PT Kiani Kertas dengan kapasitas produksi mencapai 525.000 ton. Nilai ekspor yang kami proyeksikan itu pasti tercapai, asalkan pasokan bahan kayu untuk keperluan produksi lancar. Karena itu, kami meminta agar pemerintah segera menyelesaikan dugaan pembalakan liar yang menimpa beberapa perusahaan anggota kami, paparnya. Ia melanjutkan, dengan tambahan kapasitas dari tiga perusahaan tersebut, maka total kapasitas produksi pulp dan kertas pada 2008 akan mencapai 7,9 juta ton. Sementara pada 2007 ini, total kapasitas industri pulp and paper hanya 6 juta ton. Namun, menurut Mansur, bila kebijakan penanganan pembalakan liar masih belum kunjung kelar, maka tambahan kapasitas itu terancam tidak bisa dimanfaatkan. Jangankan memanfaatkan kapasitas tambahan, kapasitas yang sudah ada saja terancam tidak bisa digunakan secara penuh, imbuhnya. Mansur mengatakan, molornya penyelesaian kasus pembalakan liar di Riau yang melibatkan Indah Kiat dan RAPP, sangat mempengaruhi pencapaian kinerja tahun ini. Kedua perusahaan tersebut merupakan raksasa di industri ini. Pasti di bawah target yang ditetapkan di awal tahun sebesar US$ 4,5 miliar. Pemicunya apalagi kalau bukan langkanya pasokan bahan baku kayu yang menimpa dua raksasa pulp di Riau sejak sembilan bulan lalu, cetusnya. (Zhi/OL-06) |
|
