2,5 Juta Penderita AIDS di Dunia Berusia Dibawah 15 Tahun
2007 Nov 30, 07:19: pm

JAKARTA–MEDIA:Generasi muda sangat rentan tertular virus HIV/AIDS. Hal ini terlihat dari jumlah penderita penyakit mematikan tersebut yang hingga akhir tahun 2007 tercatat sebesar 33,2 juta, 2,5 juta diantaranya anak-anak dibawah usia 15 tahun.

Di Indonesia, hingga September 2007, tercatat 53,8 persen penderita dari 16.288 kasus HIV/AIDS adalah penderita dari usia produktif (20-29 tahun).

Ini menunjukkan, betapa rentan, anak-anak dan generasi muda untuk tertular HIV, ujar Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sugiri Syarief kepada pers, di Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo), Jakarta, Jumat (30/11).

Sugiri melanjutkan, faktor penyebab dari tertularnya kasus HIV itu, yang terbanyak yakni melalui 49,5 persen melalui penggunaan jarum suntik oleh penyalahguna Napza, dan melalui heteroseksual.

Kendati demikian, data sesungguhnya seperti fenomena gunung es, karena bisa mencapai angka 10 kali lipat dari angka resmi. Pasalnya, angka itu merupakan para penderita yang melakukan pemeriksaan ke Depkes, kata Sugiri.

Sebab itu, kata Sugiri, pemerintah berencana akan melakukan kampanye penggunaan kondom kepada masyarakat dengan baik, termasuk pada generasi muda, dan juga pasangan usia subur, mulai tanggal 1 Desember hingga 8 Desember ke sejumlah elemen masyarakat.

Jika nantinya, banyak masyarakat yang menerima, maka akan dilakukan kampanye kondom dengan grand design, karena selama ini masih banyak dari tokoh agama yang menentang kampanye kondom ini, ujar Sugiri.

Sugiri mencontohkan, pada kampanye kondom yang dilakukan di Thailand telah berjalan dengan baik, karena tidak banyak mendapat tentangan dari sejumlah elemen masyarakat.

Thailand yang dahulu sangat tinggi dari segi penderita HIV/AIDS hingga puluhan persen, kini sudah turun mencapai hingga 2–3 persen, ujar Sugiri.

Sugiri juga menilai, masih tingginya, angka HIV/AIDS di Indonesia, karena penggunaan kondom pada pasangan usia subur di Indonesia yang dinilai masih rendah.

Angkanya, masih jauh di bawah harapan, yakni masih di bawah angka 2 persen dari jumlah pasangan usia subur, ujar Sugiri. (Dik/OL-06)